Jangan Beri Toleransi pada 10 Hal Ini!

1. Hidup tak sehat.
Tak ada lagi kata toleransi untuk gaya hidup tak sehat. Dengan semakin banyaknya kasus kelebihan berat badan bahkan obesitas, sudah waktunya Anda hidup lebih sehat. Mulailah dengan membuat perubahan kecil dalam keseharian. Lalu berusahalah konsisten. Dari hal kecil Anda bisa mencapai hasil besar ke depannya.

2. Tak ada aksi.
Kebanyakan orang merasa mandek dengan berbagai hal dalam hidupnya lantaran tak bisa mengatasi rasa takut, rasa bersalah, juga tidak tahu cara mencapai tujuannya. Untuk mencapai tujuan besar, mulailah dengan langkah kecil. Meski tujuan yang Anda ingin capai terasa begitu besar dan seakan sulit dicapai, tetaplah berusaha mencapainya perlahan tapi pasti dengan langkah nyata. Sampai akhirnya Anda bisa mengatakan dengan percaya diri, "Saya berhasil menyelesaikannya, mudah ternyata."

3. Pesimistis dan negatif.
Dalam dunia kerja, begitu banyak informasi negatif yang Anda dengar bahkan dapatkan setiap harinya. Kondisi ini sangat mudah mematahkan semangat, membuat Anda pesimistis dan ikut-ikutan menjadi negatif.

Lawan segala hal yang negatif dengan humor. Studi menunjukkan humor bisa memperkuat sistem imun dalam tubuh, mengurangi rasa sakit, dan mengurangi level stres. Karena humor bisa membangun emosi positif, humor juga bisa mengurangi rasa marah, depresi, dan kecemasan. Emosi positif dapat meningkatkan kegembiraan dan kepuasan hidup.

4. Disorganisasi.
Disorganisasi menjadi penghambat produktivitas. Anda bisa lebih terorganisasi dengan membuat jadwal dan sistem yang kemudian menjadi kebiasaan. Sehingga tak ada lagi alasan menunda pekerjaan, juga tak ada lagi kebiasaan mengatakan "Saya tidak punya waktu melakukan hal X".

5. Stres kronik.
Menurut laporan kerja Catalyst, 75-90 persen pemeriksaan di dokter terkait dengan stres. Laporan ini juga menunjukkan 68 persen karyawan stres karena merasa kelelahan dan terlalu sibuk. Sekitar 44 persen karyawan kehilangan produktivitas satu jam atau lebih dalam sehari karena stres. Terkait hal ini, 22 persen karyawan tak masuk kerja lebih dari enam hari dalam setahun karena stres. Laporan ini menunjukkan kebanyakan karyawan stres karena beban kerja, masalah interpersonal, status pekerjaan, kesibukan kerja dan kehidupan personal. Akibat dari karyawan yang stres ini berdampak pada keluarga, yakni orangtua yang cepat tua atau anak menderita penyakit kritis.

6. Materialistis.
Kebanyakan orang selalu saja mau tahu apa yang dimiliki orang lain, sebagai perbandingan. Termasuk dalam hal materi. Kemudian banyak orang berpikir dengan memiliki materi berlimpah ia akan lebih bahagia. Padahal, studi perilaku terhadap 12.000 remaja tentang kepuasan hidup di usia 37 menunjukkan, mereka yang mengekspresikan kepentingan materi tidak merasa bahagia dalam hidupnya dua dekade kemudian.

7. Sempurna.
Menuntut diri sempurna. Kalau ingin bahagia, jangan lagi mentoleransi nilai ini dalam hidup Anda. Jangan menilai diri juga orang lain dengan standar mutlak. Dengarkan apa kata orang lain. Alih-alih menuntut sempurna, lakukan saja yang terbaik setiap harinya. Fokus pada pencapaian bukan kesempurnaan.

8. Pendapat orang tentang Anda.

Berapa banyak energi yang Anda habiskan untuk memedulikan pendapat orang lain tentang Anda? Merasa khawatir tidak melakukan sesuatu dengan baik dan membuat orang lain berkomentar, hanya akan membuat Anda semakin jauh dari rasa bahagia. Berhenti memikirkan apa kata orang lain dari setiap tindakan yang Anda lakukan. Jangan sampai orang lain mengontrol diri Anda.

9. Membenci pekerjaan.
Anda tak menyukai pekerjaan saat ini? Tenang saja, Anda tak sendirian. Banyak orang mengalaminya. Data di Amerika menunjukkan hanya 44 persen orang yang menyukai pekerjaannya. Kalau Anda tak suka pekerjaan namun tak memungkinkan pindah kerja untuk saat ini, mulai melakukan transisi dengan tetap menjalankan pekerjaan namun juga bersiap untuk pindah kerja saat waktunya tepat.
10. Literasi finansial rendah.
Banyak orang memahami pentingnya merencanakan keuangan, namun hanya sedikit dari mereka yang benar-benar mulai menjalankan rencana keuangan. Mulai sekarang, lakukan aksi nyata untuk merencanakan keuangan, menabung atau investasi. Kenali berbagai macam produk keuangan, seperti reksa dana atau lainnya. Cari informasi, jika perlu cari bantuan tenaga profesional.

Jual Sprei Murah




Jual Bantal Murah - Kali ini kami membagikan kisah sukses seorang ibu rumah tangga mengelola sebuah bisnis dengan memanfaatkan teknologi internet. Mudah mudahan artikel ini dapat memberikan gambaran bahwa menjalankan bisnis disela sela kesibukan seorang ibu rumah tangga dapat dilakukan.

Usaha kecil dan menengah (UKM) ini bernama Spreishop.com, yang telah memiliki pengalaman panjang sebagai grosir sprei murah di Jakarta. Spreishop menjalankan bisnisnya dengan membuat toko online. Memulai usaha dengan Internet memiliki tingkat kesulitah hanya pada saat di awal memulainya yaitu saat menyiapkan toko online. Namun setelah Toko Online siap maka bisnis sudah dapat mengalir dengan sendirinya dan lebih hebatnya lagi jangkauan usahanya bisa mencapai seluruh nusantara.

Dari sekian banyak produk berkualitas kelengkapan kamar tidur akan coba kami ketengahkan salah satu produknya adalah bantal murah.

Bantal dewasa ini memiliki jenis yang sangat bermacam macam baik ukuran maupun fungsinya, bahkan begitu bervariasinya sehingga menghasilkan nama nama yang terbilang unik. Produk kelengkapan ruang tidur anda seperti bantal murah memiliki beragam nama 

  1. Bantal Cinta
  2. Bantal Poligami
  3. Bantal Donat
  4. Bantal Selimut
  5. Bantal Kursi
Seperti Bantal cinta, bantal ini memiliki panjang 2 kali dari bantal normal. Mungkin diberi nama bantal cinta ditujukan untuk pasangan yang dapat tidur berbagi satu bantal agar lebih romantis. Bantal Poligami, nah ini yang unik baik dari segi nama maupun bentuknya... Bantal ini panjangnya bisa mencapai 4 kali bantal biasa. Entah apa maksudnya diberi nama Bantal Poligami tapi yang jelas 1 bantal ini memang bisa digunakan untuk 5 orang. 

Peluang Usaha Jual Bantal Murah


Spreishop membuka peluang bagi anda yang juga ingin jual bantal murah karena di spreishop menerima agen/reseller di seluruh Indonesia. Biasanya bagi yang ingin menjadi reseller cukup dengan mendaftar sebesar Rp. 30.000,- maka anda akan dibekali katalog produk ekslusif dan anda sudah dapat mulai usaha jual bantal murah serta produk spreishop lainnya.

Bagi Anda yang kebetulan tinggal di luar Pulau Jawa, ini adalah kesempatan emas dikarenakan peluang usaha Jual Bantal Murah bisa berkembang dengan pesat hal ini dikarenakan produk ini diproduksi di Jakarta yang memungkinkan untuk mengakses harga bahan baku dengan murah.

Harga bantal murah dengan berbagai tipe ini dapat anda tanyakan atau kunjungi langsung situsnya


Kiat Memasarkan Produk ke Kalangan "Netizen"

Creative Storyteller OneComm Indonesia, Handoko Hendroyono mengatakan, "Sekarang adalah era produk, bukan era iklan. Produk harus memiliki story telling yang kuat sehingga layak untuk diceritakan."

Apabila Anda memiliki produk dan ingin berangkat dari blog atau website, anggap saja media tersebut sebagai rumah yang telah berisikan cerita mengenai produk. Pastikan konten cukup kuat dan bernilai sehingga layak untuk disebarkan media sosial, seperti Twitter, Facebook, Instagram, Path, dan Pinterest.

Era kolaborasi
Optimalisasi kegiatan pemasaran pun dapat dilakukan dengan menerapkan kolaborasi dari sisi produksi. Sejumlah brand besar tak segan-segan menggandeng brand kecil untuk memperluas target market dan menerapkan strategi pemasaran niche hingga mampu bersaing dengan kompetitor.

Menurut Handoko, era kolaborasi juga patut untuk dieksplorasi  dalam konteks media. Kecenderungan yang akan terjadi adalah era partisipasi yang tak lagi diukur dari besarnya nominal sponsorship. Perusahaan media yang kecil bisa saja memberikan nilai (value) konten yang besar, sebut saja Huffington Post dan Mashable yang sedang naik daun.

Sementara itu, produk yang memutuskan untuk terjun ke sosial media sebaiknya tidak melakukan komunikasi satu arah. Hal yang perlu dilakukan adalah tetap menciptakan konten.

Pastikan calon konsumen memiliki alasan kuat untuk mengikuti linimasa produk Anda dan terus mengikuti informasi yang dibagikan. Tentu saja konten yang dipaparkan tak melulu product knowledge, tetapi hal-hal yang bernilai sehingga mampu melibatkan konsumen pada suatu aksi nyata (movement). Misalnya saja, ajakan gerakan peduli sosial.

"Mau tak mau, pemasar harus menerima kenyataan bahwa kini eranya inklusif, bukan eksklusif. Brand tidak bisa lagi menjaga jarak. Produk menjadi milik bersama, bukan milik diri sendiri," pungkas Handoko. (GPW)


Ingat... Jangan Terkecoh Iklan Uang Muka Ringan!

Jakarta - Tak sedikit iklan-iklan KPA yang dibuat pengembang menawarkan down payment (DP) ringan. Tapi, ketika diharuskan membayarnya, seringkali kita dibuat terkaget-kaget karena ternyata biaya yang dibayarkan tidaklah ringan. Di luar DP, ternyata masih ada biaya ekstra harus dilunasi.

"Lho, kok mahal? Katanya uang mukanya cuma Rp 20 juta. Ternyata, jadi Rp 30 juta?" ungkap Dewi Rahma, salah satu pengguna jasa Kredit Kepemilikan Apartemen (KPA).

Tak jarang orang mengatakan demikian saat datang ke developer dan berniat membeli apartemen yang diincarnya dengan menggunakan KPA.

Memang, untuk menarik pembeli biasanya developer sering memberi gimmick diskon atau bahkan free biaya KPA. Dengan begitu, pengembang seolah memberikan gratis biaya-biaya: biaya PPN 10 persen, biaya administrasi KPA, biaya balik nama, Bea Perolehan Hak Atas Tanah & Bangunan (BPHTB) 5 persen, biaya notaris, dan biaya lain-lainnya.

Padahal, sebenarnya tidak demikian. Sebabnya, begitu ditanyakan secara terperinci dan lengkap dengan pihak developer, jumlah biaya harus dibayarkan si pembeli ternyata tidaklah murah.

Sediakan dana lebih

Biaya-biaya yang wajib dibayarkan saat membeli apartemen adalah uang muka yang tidak terbilang sedikit. Totalnya bisa mencapai 3 persen - 10 persen dari harga apartemen yang akan Anda beli dengan KPA. Jadi, ada baiknya Anda juga harus mempersiapkan biaya-biaya tersebut, walaupun di dalam iklan tertulis free.

Banyak orang berpikir, untuk mengambil kredit apartemen, membayar uang muka saja dirasa sudah cukup dan tinggal membayar cicilan per bulannya. Padahal, menurut Indrastomo Nugroho, Vice President Consumer & Retail Lending Bank Negara Indonesia, agar KPA dapat dicairkan sewaktu membeli apartemen atau rumah, haruslah melalui prosedur-prosedur hukum yang berlaku dari perbankan.

'Pasti ada biaya-biaya lain, dan biasanya biaya tersebut ditanggung peminjam KPA. Jika ada iklan penjualan apartemen yang free biaya ini itu, biasanya ditanggung developer," jelasnya.

Biaya-biaya KPA

Sebelum mengambil KPA, selain menyiapkan dana untuk membayar DP, ada baiknya Anda menyiapkan dana ekstra untuk biaya lainnya. Meski terkadang, Anda bisa mendapatkan kemudahan tambahan untuk mencicil biaya lainnya sekitar 1-6 bulan tergantung dari developer atau bank (yang ditunjuk) itu sendiri.

Penting juga untu digarisbawahi bahwa tiap bank memang memiliki list biaya termasuk atau tidak termasuk dalam pengurusan KPA yang berbeda-beda.

Biaya-biaya lain yang akan diajukan oleh bank penyedia KPA, seperti biaya provisi kredit, di mana biaya ini adalah jasa komisi pencairan kredit yang besar. Biayanya sekitar 1% dari plafon kreditnya.

Selain itu ada juga biaya asuransi jiwa dan kebakaran yang dibebankan kepada pembeli, karena dianggap untuk melindungi pihak bank jika terjadi gagal bayar. Besar preminya dipengaruhi 2 faktor yaitu, usia debitur dan besar jumlah pinjaman jangka waktu kreditnya. Jadi, persiapkan uang lebih jika ingin mengambil KPA. (SATYA NITA PRATAMA/TABLOID RUMAH)

Jarum Bensin Sepeda Motor Ngaco? Cek Ini!

Jakarta – Jarum indikator bensin sepeda motor juga ada usianya. Bila usia tunggangan sudah lewat lima tahun, petunjuknya "ngaco". Informasinya penuh, padahal kapasitas di tangki kosong, atau sebaliknya. Banyak bikers tertipu, dan tak jarang harus menuntun kendaraannya ke SPBU.

Kepada KompasOtomotif, Wawan Suherman, mekanik My Motor, di Jl KH Noer Ali-Kalimalang, Jakarta Timur, mengatakan bahwa gejala seperti itu bisa disebabkan karena beberapa hal. Mulai dari aki, pelampung di tangki, kelistrikan, atau bisa juga karena speedometer-nya. "Harus diurut, biar ketahuan. Kita tidak bisa langsung memvonis speedometer yang rusak," urainya.

Berikut langkah pengecekan yang disarankan:
1. Aki. Tidak mungkin bergerak kalau aki sedang soak, atau kendaraan tidak ada aki. Lain soal, arus listrik langsung disambungkan dari spul lampu. Ciri-ciri melihat aki atau baterai sudah lemah sangat mudah, tinggal cek "kesehatan" bunyi klakson atau tekan tombol starter )kalau ada).

2. Pelampung. Setelah dipastikan aki masih sehat, berlaih ke pelampung. Coba cek dengan membuka jok, di sebelah tutup bensin biasanya ada semacam besi dengan kabel yang direkatkan ke bodi dengan baut.

Buka peranti itu, cukup menggunakan obeng plus. Lepas soketnya, dan sambungkan dua kabel yang menganga (bisa pakai jumper atau penghantar listrik lain). Setelah disambungkan, jika jarum di speedometer bergerak, berarti pelampung bermasalah.

"Biasanya switch yang ada di pelampung mulai renggang karena terlalu sering terkena tekanan ketika bensin dikucurkan saat mengisi di SPBU. Banyak yang berusaha mengakalinya dengan mengikat, atau menambahkan cincin. Tapi tidak disarankan, karena cepat rusak lagi. Mending beli baru, harganya nggak lebih dari Rep 150 ribu kok," jelas Wawan.

3. Kelistrikan. Cek jalur kabel yang menggerakkan jarum. Skemanya, dari aki menuju sekering, diurut lagi ke kunci kontak, indikator jarum/ speedometer, dan kembali lagi menuju daerah pelampung. Tes dengan alat pengukur arus, jika ada yang tidak normal, berarti ada masalah pada jalur kabel.

4. Speedometer. Jika semua lolos dan jarum penunjuk masih tak normal. Dipastikan yang rusak bagian speedometer. Ada dua opsi terakhir, memperbaiki atau mengganti dengan baru. Perbaiki jika memungkinkan atau kerusakannya ringan seperti mekanis lengket karena kemasukan air, atau ada kabel yang putus.


Menjaga "Electric Power Steering" Awet!

Jakarta - Umumnya, mobil-mobil keluaran terbaru, menggunakan power steering yang digerakkan oleh motor listrik (EPS: Electric Power Steering). Untuk mengetahui mobil yang menggunakan EPS sangat mudah. Buka kap mesin, lihat apakah ada pompa dan selang power steering di dekat dinding antara kabin dan ruang mesin (firewall) atau tidak? Jika tidak ada, dipastikan mobil tersebut sudah menggunakan EPS.

Teknologi tersebut bisa dikatakan minim perawatan karena semua sudah diatur oleh modul. "Power steering listrik umumnya rusak karena penggunanyakurang apik dan cenderung sembrono," jelas Julius, pengelola bengkel spesialis power steering, Botak Seng di kawasan Fatmawati, Jakarta.

Dibeberkan, masalah yang biasa terjadi, muncul suara "tek-tek" saat melewati jalan rusak atau berlubang. Selain itu,getaran setir sangat lebih keras. Berikut faktor yang menyebabkan EPS rusak.

1. Menerjang jalan rusak. EPS akan mudah mengalami kerusakan jika kerap melewati jalan rusak atau berlubang. Makin parah lagi jika pengemudi melintas pada kecepatan tinggi. Getaran dan hentakan keras yang diterima rack steer  bisa merusak poros rack steer (as).

Selain itu, kemungkinan karet pelindung jakan robek, apalagi jika kondisinya sudah rengat. Jika hal tersebut terjadi, air, debu dan kotoran akan masuk ke as setir dan menyebabkannya berkarat. Indikasi as setir kotor dan berkarat, saat diputar berbunyi. Setir juga berat ketika diputar.

2. Hindari banjir. Khususnya, bagi pemilik Honda. Pasalnya, motor listrik dipasang langsung pada as setir, sejajar dengan as roda. Jika air sampai merendam, motor listrik bisa rusak. Bila sudah rusak, motor listrik tersebut harus diganti karena tidak bisa diperbaiki.

Beberapa merek lain meletakkan motor listrik  di dalam kabin di atas pedal gas. Untuk memastikan letak motor listrik,  Anda bisa menanyakan ke mekanik bengkel kepercayaan Anda untuk langkah preventif.

3. Usia. Biasanya EPS sudah mulai bermasalah (timbul bunyi-bunyi) ketika umur mencapai 5 tahun lebih atau telah menempuh jarak 100.000 km. Menjadi lebih pendek ketika kerap digunakan secara tidak wajar. "Kalau pemiliknya telaten dan tidak pernah terendam air, pemakaian bisa lebih dari 5 tahun. Pemeliharaan, cukup ganti karet pelindung as setir," terang Julius.

Perbaikan EPS membutuhkan biaya lebih besar, paling murah Rp 1,5 juta. Untuk penggantian komponen harganya bervariasi tergantung merek.